Senin, 22 April 2013

SOP Katerisasi Urine



(S.O.P) MEMASANG KATETER URINE PADA PRIA DAN WANITA
Nama mahasiswa         : Ayu Putri K Marikar
NIM                              : 110114073


PENGERTIAN
Pemasangan kateter urine adalah dengan melakukan insersi kateter Folley / Nelaton melalui uretra ke muara kandung kemih untuk mengeluarkan urine.
TUJUAN
a. Menghilangkan distensi kandung kemih
b. Mendapatkan spesimen urine
c. Mengkaji jumlah residu urine, jika kandung kemih tidak mampu sepenuhnya dikosongkan

NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN





2



  1.Mengkaji instruksi / alasan dilakukan tindakan pemasangan kateter.
  2. Mengkaji tingkat pengetahuan klien.
  3. Mengkaji tingat mobilisasi klien.
  4. Mengkaji status kesehatan dan usia klien.
  5. Mengkaji adanya distensi abdomen.
  6. Mengkaji waktu terakhir kali klien berkemih.
  7. Mengkaji adanya kondisi patologis yang dapat mempengaruhi pemasangan kateter, seperti hypertrophy prostat.
II
INTERVENSI










3



·           Fase Preinteraksi
        Cek catatan perawat dan catatan medis pasien,      program pemberian obat
      Mencuci tangan

      Persiapan Alat :
1.   Alat Nonsteril.
a.   Nampan beserta alas.
b.   Bengkok atau nierbeken.
c.   Pot.
d.   Plester.
e.   Alat tulis.
f.    Gunting.
g.   Spuit 10 cc.
h.   Aquadest.
i.    Jelly.
j.    Kain penutup klien.
k.   Urine bag.
l.    Bola kapas savlon.
m.  Betadine.
2.   Alat Steril.
a.   Handscoen steril.
b.   Set kateter urine steril :
1)   Copies 1 buah.
2)   Duk bolong 1 buah.
3)   Pinset anatomis 2 buah.
4)   Lidi kapas 2 buah.
B.  Persiapan Klien :
Jelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya pemasangan kateter urine.
III
IMPLEMENTASI



















3



·         Fase Orientasi
       Memberikan salam terapeutik.
2.   Menjelaskan tujuan tindakan.
3.   Menutup sampiran.
4.   Mencuci tangan.

·         Fase Kerja
5.   Mengatur posisi klien, letakkan klien pada posisi supin dengan lutut ditekuk, paha fleksi, kaki diletakkan ditempat tidur dan tutupi klien dengan selimut atau kain.
6.  Meletakkan pot dibawah bokong klien. Letakkan      nierbeken diantara kedua kaki klien.
7.   Membuka set steril, atur alat steril dengan menggunakan pinset, Buka Penutup kateter letakkan kateter pada alat steril.
8.   Memakai handscoen steril sebelah kanan terlebih dahulu, tangan sebelah kanan mengambil pinset steril tangan kiri membuka  tempat bola  kapas yang sudah diberi savlon. Letakkan bola kapas savlon pada copies. Gunakan kembali sarung tangan sebelah kiri.
9.  Menutup perineal dengan menggunakan duk bolong.
 PADA LAKI-LAKI
      mengolesi slang kateter dengan aqua jelly
      tangan kiri dengan kasa memegang glans    penis sampai tegak ± 60O
       tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan sampai urine keluar
PADA WANITA
jari tangan kiri dengan kapas cebok membuka labia
       tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan sampai urine keluar

       bila urine telah keluar, pangkal kateter dihubungkan dengan urine bak
       Memastikan urine tetap keluar, kemudian kateter urine disambungkan pada urine bag.
14.   Melakukan fiksasi dengan cara memberikan injeksi air aquadesh ke dalam folley kateter untuk mengembangkan balon kateter, agar keteter tidak mudah terlepas (pemberian aquadesh sesuai aturan).
15.   Menarik secara perlahan-perlahan folley keteter untuk memastikan apakah kateter sudah terfiksasi dengan aman.
16.   Menulis tanggal pemasangan pada plester yang akan direkatkan ke selang bag urine dengan paha klien.
17.   Memfiksasi selang kateter dengan plester dan letakkan selang kateter pada paha klien.
18.   Merapihkan klien dan alat-alat.
19.   Melepaskan handscoen buang pada nierbeken.
20.   Mencuci tangan.
IV
EVALUASI




1



·         Fase Terminasi
       Mengobservasi jumlah dan karakteristik urine yang keluar.
2.  Memonitor kesadaran dan tanda-tanda vital klien setelah pemasangan kateter.
3.  Melakukan palpasi kandung kemih dan tanyakan adanya rasa ketidaknyamanan setelah pemasangan kateter.
4.  Mengobservasi posisi kateter dan drainage urine ke urine bag.




V
DOKUMENTASI




1



1.   Mencatat pelaksanaan prosedur, kondisi perineum dan meatus uretra.
2.  Mencatat waktu pemasangan, dan karakteristik urine (konsistensi, jumlah, bau, dan warna).
3.  Mencatat respon klien selama prosedur.
4.  Mencatat tipe, ukuran kateter, dan jumlah cairan yang dipakai untuk mengembangkan balon.

VI
SIKAP




1.   Sistematis.
2.   Hati-hati.
3.   Berkomunikasi.
4.   Mandiri.
5.   Teliti.
6.   Tanggap terhadap respon klien.
7.   Rapih.
8.   Menjaga privacy.
9.   Sopan.
TOTAL
10