(S.O.P)
MEMASANG KATETER URINE PADA PRIA DAN WANITA
Nama mahasiswa : Ayu
Putri K MarikarNIM : 110114073
|
PENGERTIAN
Pemasangan
kateter urine adalah dengan melakukan insersi kateter Folley / Nelaton
melalui uretra ke muara kandung kemih untuk mengeluarkan urine.
TUJUAN
a.
Menghilangkan distensi kandung kemih
b.
Mendapatkan spesimen urine
c.
Mengkaji jumlah residu urine, jika kandung kemih tidak mampu sepenuhnya
dikosongkan
|
![]() |
||||
|
NO
|
TINDAKAN
|
BOBOT
|
NILAI
|
BOBOT
X
NILAI
|
KETERANGAN
|
|
I
|
PENGKAJIAN
|
2
|
|||
|
1.Mengkaji instruksi / alasan
dilakukan tindakan pemasangan kateter.
2. Mengkaji tingkat pengetahuan
klien.
3. Mengkaji tingat mobilisasi
klien.
4. Mengkaji status kesehatan dan
usia klien.
5. Mengkaji adanya distensi
abdomen.
6. Mengkaji waktu terakhir kali
klien berkemih.
7. Mengkaji adanya kondisi
patologis yang dapat mempengaruhi pemasangan kateter, seperti hypertrophy
prostat.
|
|||||
|
II
|
INTERVENSI
|
3
|
|||
|
·
Fase Preinteraksi
Cek catatan perawat
dan catatan medis pasien, program
pemberian obat
Mencuci tangan
Persiapan Alat :
1. Alat
Nonsteril.
a. Nampan
beserta alas.
b. Bengkok
atau nierbeken.
c. Pot.
d. Plester.
e. Alat
tulis.
f. Gunting.
g. Spuit 10
cc.
h. Aquadest.
i. Jelly.
j. Kain
penutup klien.
k. Urine
bag.
l. Bola
kapas savlon.
m. Betadine.
2. Alat
Steril.
a. Handscoen
steril.
b. Set
kateter urine steril :
1) Copies 1
buah.
2) Duk bolong 1 buah.
3) Pinset anatomis 2 buah.
4) Lidi kapas 2 buah.
B. Persiapan
Klien :
Jelaskan prosedur dan tujuan
dilakukannya pemasangan kateter urine.
|
|||||
|
III
|
IMPLEMENTASI
|
3
|
|||
|
·
Fase Orientasi
Memberikan
salam terapeutik.
2. Menjelaskan
tujuan tindakan.
3. Menutup
sampiran.
4. Mencuci
tangan.
·
Fase
Kerja
5. Mengatur posisi klien, letakkan
klien pada posisi supin dengan lutut ditekuk, paha fleksi, kaki diletakkan
ditempat tidur dan tutupi klien dengan selimut atau kain.
6. Meletakkan
pot dibawah bokong klien. Letakkan nierbeken diantara kedua kaki klien.
7. Membuka set steril,
atur alat steril dengan menggunakan pinset, Buka Penutup kateter letakkan
kateter pada alat steril.
8. Memakai
handscoen steril sebelah kanan terlebih dahulu, tangan sebelah kanan
mengambil pinset steril tangan kiri membuka tempat bola kapas
yang sudah diberi savlon. Letakkan bola kapas savlon pada
copies. Gunakan kembali sarung tangan sebelah kiri.
9. Menutup perineal dengan
menggunakan duk bolong.
PADA LAKI-LAKI
mengolesi
slang kateter dengan aqua jelly
tangan kiri
dengan kasa memegang glans penis
sampai tegak ± 60O
tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan
sampai urine keluar
PADA WANITA
jari tangan kiri dengan kapas cebok
membuka labia
tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan
sampai urine keluar
bila urine telah keluar, pangkal kateter dihubungkan dengan urine bak
Memastikan urine tetap keluar, kemudian kateter urine disambungkan
pada urine bag.
14. Melakukan
fiksasi dengan cara memberikan injeksi air aquadesh ke dalam folley kateter
untuk mengembangkan balon kateter, agar keteter tidak mudah terlepas
(pemberian aquadesh sesuai aturan).
15. Menarik
secara perlahan-perlahan folley keteter untuk memastikan apakah kateter sudah
terfiksasi dengan aman.
16. Menulis
tanggal pemasangan pada plester yang akan direkatkan ke selang bag urine
dengan paha klien.
17. Memfiksasi selang
kateter dengan plester dan letakkan selang kateter pada paha klien.
18. Merapihkan
klien dan alat-alat.
19. Melepaskan
handscoen buang pada nierbeken.
20. Mencuci
tangan.
|
|||||
|
IV
|
EVALUASI
|
1
|
|||
|
·
Fase Terminasi
Mengobservasi jumlah dan
karakteristik urine yang keluar.
2. Memonitor
kesadaran dan tanda-tanda vital klien setelah pemasangan kateter.
3. Melakukan
palpasi kandung kemih dan tanyakan adanya rasa ketidaknyamanan setelah
pemasangan kateter.
4. Mengobservasi
posisi kateter dan drainage urine ke urine bag.
|
|||||
|
V
|
DOKUMENTASI
|
1
|
|||
|
1. Mencatat
pelaksanaan prosedur, kondisi perineum dan meatus uretra.
2. Mencatat
waktu pemasangan, dan karakteristik urine (konsistensi, jumlah, bau, dan
warna).
3. Mencatat
respon klien selama prosedur.
4. Mencatat
tipe, ukuran kateter, dan jumlah cairan yang dipakai untuk mengembangkan
balon.
|
|||||
|
VI
|
SIKAP
|
||||
|
1. Sistematis.
2. Hati-hati.
3. Berkomunikasi.
4. Mandiri.
5. Teliti.
6. Tanggap terhadap respon klien.
7. Rapih.
8. Menjaga privacy.
9. Sopan.
|
|||||
|
TOTAL
|
10
|
||||
